Bayern Munchen Harus Belajar Dari Kekalahan

Bayern Munchen Harus Belajar Dari Kekalahan

Bayern Munchen Harus Belajar Dari Kekalahan

Rekor kemenangan Bayern Muenchen sejauh ini akhirnya terhenti di laga pamungkas Liga Champions musim ini. Adalah Manchester City yang mampu bangkit dan mengembalikan ketertinggalan timnya menjadi 3-2 di Allianz Arena pada Rabu pekan ini. Hasil ini sekaligus menuntaskan dendam Manchester City dari juara bertahan Liga Champions, setelah di pertemuan pertama lalu The Citizens harus mengakui ketangguhan Bayern Muenchen dengan skor 3-1. Meski demikian Bayern Muenchen dan Manchester City tetap berhak tampil di putaran 16 besar, walau kekalahan itu sekaligus juga tidak menutup ambisi Bayern sebagai juara Grup D. Sementara pelatih Bayern, Pep Guardiola, menganggap kekalahan 3-2 ini merupakan yang pertama kali dialami tim asuhannya pada musim ini dan juga bakal menjadi suatu pembelajaran yang sangat berharga bagi tim besutannya. Dua gol Bayern Muenchen mampu unggul terlebih dulu melalui sepakan Thomas Mueller  dan Mario Gotze saat pertandingan baru berjalan 12 menit dan kebobolan dalam rentang waktu yang cepat itu membuat pendukung tuan rumah seolah-olah bakal memenangi duel dengan mudah.

Namun demikian Manchester City mampu merespon cepat dan David Silva menutup 45 menit pertama dengan gol sentuhannya ke gawang Manuel Neuer. Sementara di babak kedua kendali serangan sepenuhya berjalan imbang, tetapi dua gol berikutnya mampu diciptakan dari titik putih yang dieksekusi Alexander Kolarov dan James Milner yang menentukan kemenangan di laga tandangnya. “Saya pikir ini adalah sesuatu yang menjadi pembelajaran penting, yaitu kami masih bisa dikalahkan,” ungkap Pep Guardiola selepas pertandingan. “Pemain lawan memiliki komposisi pemain-pemain yang sangat baik dan demikian juga pelatihnya. Selalu tidak mudah. “Meski kami masih sempat bermain baik dalam kurun 30 menit pertama tetapi semuanya ini masih bisa kecolongan. Kami juga tetap mengendalikan jalannya pertandingan dan demikian juga saat serangan balik. Manchester City merupakan tim yang baik dan tidak dapat hanya mengandalkan penguasaan bola.

“Selamat bagi Manchester City atas kemenangan yang hebat. Terkadang anda harus merasakan kekalahan. Di kompetisi Bundesliga kami telah mengoleksi kemenangan penting, di Manchester kami juga menang 3-1, tapi kini kami kalah dan harus menerimanya. Tetapi persiapan kami selanjutnya adalah di Maroko (Piala Dunia Antar Klub).” Walau Bayern takluk namun posisi sebagai juara grup tidak terelakkan lagi dan Guardiola sangat yakin bahwa sepatutnya perjuangan anak-anak asuhannya di babak grup patut mendapatkan apresiasi lebih selama tampil enam lima laga sebelumnya. “Di babak pertama mungkin ada kesalahan mendasar yang kami lakukan, namun 10 menit pertama di babak kedua kami malah tampil ceroboh. Tetapi secara umum saya masih cukup puas,” tambah Guardiola. Kami menghadapi tim yang kelasnya juga cukup baik di babak grup, Manchester City yang pasti tampil lebih baik dibandingkan kami. “Saya mengucapkan selamat kepada para pemain atas kesuksesan yang dicapai dan saya harap kami mulai memahaminya untuk saat ini betapa sulit untuk berkompetisi di Eropa. Kami tidak selalu menaruh pemain yang baik di posisi yang tepat. Kami harus mulai bekerja keras dan belajar dari kekalahan ini.”