Pasar Taruhan Arsenal Kalah Karena Sial

Pasar Taruhan Arsenal Kalah Karena Sial

Arsenal Kalah Karena Sial

Pasar Taruhan Arsenal Kalah Karena Sial – Apakah Arsenal kalah dari Manchester United karena Arsene Wenger lebih memilih untuk mengenakan jas yang kurang terkenalnya, yang merupakan seperti sebuah sleeping bag? Terakhir kali Arsene Wenger mengenakan itu adalah pada bulan Maret lalu, pada saat Arsenal akhirnya harus menyerah kalah di hadapan tuan rumah yang merupakan tim saudara sekota mereka yakni Spurs. Kemudian Arsenal melalukan start luar biasa di musim ini. Bersamaan dengan hal itu terlihat kemudian Wenger mengenakan setelan jas yang hanya menggambarkan keeleganan. Dan juara tak terkalahkan pada musim 2003-2004 tersebut juga pada saat itu selalu didampingi Wenger dengan mengenakan setelan itu. Tapi, kemudian sejak Wenger memakai “sleeping bag” tersebut ke dalam pertandingan, Arsenal selalu kalah.

Setelan pakaian seorang gaffer sangat bisa mempengaruhi seluruh tim yang dia tangani sebenarnya. Sebagai contoh Jose Mourinho yang kemudian saat menangani Porto sangat terkenal memakai setelan yang stylish dan kemudian memikat semua orang yang melihatnya dan tentu saja yang paling penting adalah menimbulkan rasa hormat dari para pemainnya. Tiba di Chelsea pada tahun 2004, kemudian setelan Armani yang dikenakan Jose yang kerap memakai warna abu-abu telah membuat warna tersendiri bagi Premier Leagu dan juga Chelsea sendiri. Mourinho kemudian dengan setelan seperti itu memberi berbagai gelar untuk Chelsea termasuk juara Liga Premier Inggris.

Sebelum Sir Alex Ferguson pensiun, SAF sering sekali terlihat dengan setelan memakai jaket yang bergaya black jumper yang kemudian olehnya di-zip up sampai menutupi lehernya. Gaya seperti ini menimbulkan impresi bahwa orang Glasgow tersebut merupakan orang yang sangat tegas dan bukan merupakan orang yang bisa didebat karena sudah mempunyai keputusan di dalam kepalanya sendiri. Utamanya dalam hal taktik permainan. Bahkan Fergie jika sedang dalam ketegasan penuhnya tidak akan segan-segan memarahi pemain dengan tetap memakai setelan seperti itu. Ferguson juga mengasosiakan dirnya seperti itu dengan filosofi bahwa menit-menit akhir pertandingan adalah waktu terbaik untuk memenangkan pertandingan seperti dirinya yang menutup rapat lehernya dan tentu saja membiarkannya terbuka dari leher sampai ke atas.

Yang kemudian membawa kita kembali ke isu utama tentang setelan yang digunakan Wenger apakah hal tersebut memang membawa kesialan? Tentu para fans Arsenal ingin menjawabnya tidak tetapi fakta berbicara jika Wenger memakai setelan seperti pada saat melawan Manchester United hasilnya tidak terlalu memuaskan. Dari sudut pandang dua paragraf sebelumnya, mungkin hal ini terjadi karena setelan yang digunakan Wenger secara kasat mata saja sudah terlihat buruk. Wenger dengan setelan seperti itu adalah kakek tua yang tinggal menunggu ajal di panti wreda tetapi kakek tua tersebut kabur dari panti dengan menutupi kepalanya. Jadi, semoga saja Wenger sadar akan hal ini, jika Arsenal ingin mendapat trofi pada tahun ini. Pasar Taruhan Arsenal Kalah Karena Sial