Pasar Taruhan Pep Belum Menentukan Racikan Terbaiknya

Pep Belum Menentukan Racikan Terbaiknya

Pep Belum Menentukan Racikan Terbaiknya

Pasar Taruhan – Pelatih baru Bayern Munich, Pep Guardiola ternyata cukup kesulitan untuk menentukan formasi serta strategi yang pas untuk skuadnya. Di beberapa pertandingan persahabagan pramusim, ia sempat menegur Thiago Alcantara yang tidak bisa bermain seperti yang Pep harapkan. Sementara itu, Pep harus menelan pil pahit berupa kekalahan melawan Borussia Dortmund. Akan tetapi, pelatih berkepala plontos tersebut tampaknya menyadari kesalahan dengan cepat.

Pada laga final Audi Cup yang mempertemukan Bayern Munich dengan Manchester City, Pep berhasil mendapatkan ramuan terbaiknya sehingga Bayern keluar menjadi juara pada pertandingan tersebut. Namun, pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana jika Mario Goetze sudah bisa bergabung dengan skuad utama Bayern Munich? Pertandingan melawan Manchester City pada laga final bertajuk Audi Cup menjadi bukti bahwa Pep menerapkan strategi yang berbeda. Pada laga awal, Pep menerapkan formasi 4-1-4-1 pada beberapa pertandingan sebelumnya terutama ketika Bayern Munich ditundukkan oleh Borussia Dortmund dalam laga Piala Super Jerman. Pada pertandingan final Audi Cup, Pep menerapkan formasi 4-3-3 untuk menghadapi gempuran para punggawa Pallegrini. Formasi ini ternyata manjur sehingga Bayern keluar menjadi pemenang.

Pada waktu itu, skuad Pellegrini harus menelan kekalahan dengan skor akhir 2-1. Selain hasil akhir, Pep patut berbangga lantaran secara keseluruhan, pertandingan tersebut dikuasai oleh Bayern Munich. Menurut statestik, penguasaan bola Bayern Munich mencapai 72 persen sementara Manchester City hanya menguasai bola 28 persen. Yang perlu dicermati dalam pertandingan melawan Manchester City adalah peran Thomas Mueller. Pada dasarnya Mueller adalah penyerang sayap. Akan tetapi, ketika Bayern menghadapi Manchester City, Mueller ditempatkan sebagai penyerang tunggal di lini depan. Namun, peran utamanya bukanlan striker murni, tapi lebih sebagai penyerang bayangan alias false 9. Sementara itu itu, pemain yang sejatinya menjadi gelandang bertahan diubah menjadi bek tengah.

Pada pertandingan tersebut, Javi Martinez lah yang menjadi bek tengah di mana posisi sebenarnya adalah gelandang bertahan. Philipp Lahm kembali di posisi semula menjadi bek sayap. Pada pertandingan melawan Dortmund, Lahm ditempatkan sebagai gelandang. Secara sekilas, perubahan formasi tersebut seolah membawa Pep ke markas Barcelona. Ketika ia menangani Barcelona, formasi yang hampir sama tersebut juga diterapkan kepada Lionel Messi dan kawan-kawan. Dengan demikian, prediksi beberapa kalangan benar. Banyak orang yang memperkiraan bahwa Pep akan menerapkan stretegi yang sama seperti yang ia terapkan sewaktu menangani Barcelona. Akan tetapi, sampai sekarang, Pep belum mentukan racikan yang pakem untuk Bayern Munich. Jika Mario Gotze sudah bergabung, Pep pastinya akan melakukan eksperimen lagi. Strategi yang ia terapkan ketika Bayern melawan Manchester City mungkin hanya sebuah koreksi saja karena klub yang ia tangani harus kalah ditangan Dortmund. Pasar Taruhan