Pasar Taruhan Taktik Villas Boas Dengan Paulinho

Taktik Villas Boas Dengan Paulinho

Taktik Villas Boas Dengan Paulinho

Pasar Taruhan – Spurs telah mengeluarkan dana sebesar 17 juta pounds bagi seorang gelandang bertahan. Uang sebesar itu sebenarnya dapat mereka gunakan untuk membeli striker yang berkualitas. Tapi sebenarnya pembelian seperti ini sudah pernah dilakukan Spurs. Musim lalu mereka mengeluarkan uang senilai 11 juta pounds untuk mendatangkan Lloris, padahal Spurs memiliki Brad Friedel, Carlo Cudicini, dan Heurelho Gomes. Dan pembelian ini menunjukkan kehebatan Spurs dalam membangun skuad, dimulai dari belakang.

Pertanyaan pentingnya adalah, apakah Spurs mengalami kemajuan dibawah Andre Villas Boas? Mungkin peringkat diklasemen tidak menunjukkan hal ini karena mereka tidak menduduki zona liga champions. Formasi yang digunakan AVB sepanjang musim lalu kebanyakan adalah 433, formasi yang akan terintegrasi bagi tim yang membangun serangan dari belakang. Dalam formasi sepakbola modern seperti sekarang, kiper akan memiliki peran penting dalam membagi bola, fullback lebih berperan seperti winger dengan energy dan fisik yang memadai, sedangkan bek tengah harus memiliki kualitas teknik yang lebih baik dengan kekuatan fisik yang tangguh. Dengan perkembangan seperti ini, peran seorang gelandang yang berada dikedalaman lini tengah juga menjadi penting. Kita akan melihat perkembangan Spurs secara taktikal bila Paulinho bergabung. Apakah yang membuatnya lebih istimewa daripada Soctt Parker, Tom Huddlestone, Sandro dan Dembele?

Spurs musim lalu kesulitan membangun serangan dari belakang saat melawan tim yang rapi dan bertahan secara terorganisasi. Saat Spurs bermain, biasanya para bek tengah akan mundur kebelakang, begitu juga dengan dua orang fullback di sisi lapanan, pergerakan ini akan memberi ruang bagi Parker dan Dembele untuk mengkreasikan beberapa ruang kecil dilapangan. Kendati terlihat akan berjalan dengan baik, gaya permainan ini mudah dibaca lawan, karena hampir setiap kali Spurs mendapatkan goal kick, mereka selalu melakukan hal serupa. Para fullback lebih mudah mendapatkan bola saat kiper menguasai bola dalam open play. Lloris biasanya akan mengumpan dengan cepat, menolong timnya untuk melakukan serangan. Sedangkan pergerakan dari dua orang gelandang tengah akan menjadi hal yang sangat penting. Parker adalah pemain cerdas dan berani, begitu juga Dembele. Mereka berdua memiliki karakteristik seorang deep lying midfielder. Keduanya dapat menerima bola dan bisa membentuk lubang di daerah pertahanan lawan meskipun berada dalam tekanan besar. Keduanya juga dapat melakukan tackle, memutus serangan lawan, dan bisa melepaskan umpan cepat dari jarak 5-10 yard untuk membangun serangan balik. Parker adalah mesin besar, selalu tampil dengan sepenuh hati, dan selalu menjadi favorit fans dimanapun dia bermain, tapi apakah kedua pemain tersebut bisa tampil lebih mobile? Tidak, karena Dembele adalah pemain yang lebih baik daripada mereka berdua, dia juga memiliki postur yang lebih besar dan kecepatan.

Dalam Piala Konfederasi, Brazil menggunakan Paulinho sebagai pemain yang berposisi sama dalam sistem AVB, baik dalam 4-3-3 dan 4-2-3-1. Musim lalu saatSpurs membutuhkan perubahan bentuk di lini tengah, mereka hanya memiliki Parker sebagai pemain versatile. Sedangkan Paulinho sangat berbeda. Dia memiliki semua atribut pada diri Parker, dengan tambahan tinggi, kecepatan dan energy box to box. Paulinho juga memiliki kualitas dalam bertahan. Dia adalah pemain tinggi besar dan memiliki kualitas bertahan yang sama dengan bek di Liga Inggris. Inilah yang bisa membuat masalah bagi pemain lawan, mereka harus berpikir untuk menghadapi Paulinho atau harus mencermati pergerakan Vertonghen dalam mengorganisir pertahanan Spurs.

Pilihan yang dimiliki oleh Andres Villas Boas akan semakin beragam. Saat dalam mode penguasaan bola, Dawson yang ada dibelakang bisa memilih untuk mengembalikan bola pada Lloris – yang akan mengumapan langsung ke Parker atau Dembele – tapi dengan memiliki Paulinho didepan backfour, Dawson bisa langsung mengoper bola pada Paulihho. Setelah Paulinho menerima bola, dia akan membawa bola, dan menjadi inisiator serangan Spurs. Pendek kata, AVB ingin efek yang dibawa Paulinho ke Spurs seperti Yaya Toure di Manchester City. Bisa membawa bola secara sendirian dari belakang ke depan, disaat lawan sudah memarking masing-masing pemain tengah Spurs. Dia juga dapat menjadi kunci dalam pertahanan karena memiliki kualitas tinggi dalam bertahan. Paulinho dapat berperan sebagai orang pertama yang mengawali penguasaan bola Spurs. Dia dapat berakhir menjadi pembelian sukses yang tak akan sia-sia. Pasar Taruhan