Pellegrini Harus Menerapkan Kemauan Di Manchester City

Pellegrini_2903372

Pellegrini Harus Menerapkan Kemauan Di Manchester City

Bursa Pasar Taruhan – Manajer baru asal Chili harus berjuang untuk menerapkan kemauan “keseluruhan organ manajemen di City”. Dalam hal pengaruh kepemimpinan, Pellegrini menghadapi tantangan dalam menghadapi figur-figur yang berada disekitarnya. Pelatih akan merayakan ulang tahunnya yang ke-60 di bulan September dan Manchester City adalah klub ke 12 yang pernah dilatihnya. Media di Inggris berpendapat jika keselarasan dengan “seluruh organ manajemen City” adalah keharusan setelah penyataan klub itu sendiri. Saat mengumumkan pemecatan Roberto Mancini bulan lalu, klub menyatakan jika mereka butuh figure yang dapat memuaskan “keseluruhan organ manajemen dari semua aspek sepak bola di klub.” Terdengar seperti slogan yang digunakan oleh Chief Executive klub yang lama, Gary Cook. Slogan Cook yang diutarakan beberapa tahun lalu ternyata didaur ulang oleh Txiki Begiristain dan Ferran Soriano, Direktur Sepak bola dan Chief Executive yang didatangkan dari Catalan.

“Seluruh elemen dimengerti sebagai cara klub dijalankan, bukan hanya cara tim meraih kemenangan,” kata Cook. “Saat perusahaan sponsor mencapai kesepakatan dengan klub, mereka ingin akses pada posisi inti di klub, yakni talenta. Mereka menginginkan manajer, mereka menginginkan pemain, jadi pemain dan manajer memberikan semua waktu yang diminta oleh perusahaan  sponsor. Jadi peristiwa itu lebih terlihat seperti memaksakan seseorang yang tak paham dengan kesepakatan komersial untuk menjelaskannya, tidak mengerti kenapa mereka harus menjelaskannya pada media, tidak mengerti bahwa mereka harus melakukan perjanjian menurut kesepakatan komersial karena itulah inti dari klub.” Berita bagus bagi Pellegrini adalah dia dipilih oleh “keseluruhan elemen manajemen” dalam kubu the Eastlands. Tim biru asal Manchester itu – karena kesepakatan komersial – akan terbang ke Afrika Selatan, Hong Kong, Jerman dan Finlandia. Disisi lain, jadwal penerbangan yang akan dilakukan begitu banyak membuat kesempatan Pellegrini untuk mengetahui pemain barunya menjadi lebih terbatas. Pellegrini harus pintar mensiasati hal ini.

Mancini mengkiritik kinerja manajemen saat musim lalu hanya mendatangkan pemain yang tidak berstatus sebagai bintang. Kali ini Begiristain dan Soriano beraksi dengan cepat. Dalam beberapa musim di Villareal, Real Madrid, dan Malaga, Pellegrini membangun tim yang cepat, tim yang fasih dengan permainan penuh kecepatan di lini tengah, dan suka mengandalkan winger murni di posisi sayap. Saat dalam proses mendatangkan Pellegrini sebagai manajer baru, manajemen City bertindak cepat untuk mendatangkan Jesus Navas, sayap ortodoks berusia 27 tahun yang ditransfer dengan nilai 14,9 juta pounds dari Sevilla. Kedatangan Navas berpotensi menyenangkan bagi Pellegrini bila dia bisa menyembuhkan homesick akut yang dideritanya pada awal karirnya dulu. Beberapa hari sebelumnya telah datang gelandang asal Brazil, Fernandinho.

Incaran selanjutnya adalah Isco, gelandang Malaga yang sekarang sedang bermian gemilang di Piala Eropa U-21 Israel, dan striker Uruguay yang sekarang sedang tajam, Edinson Cavani. Semua pemain yang diincar Pellegrini menurutnya akan membawa City memenangi lima gelar yang tersedia dalam satu tahun mendatang. Menarik untuk menanti starting line up yang akan dipasang City saat pertandingan persahabatan melawan Arsenal, 10 Agustus di Helsinkin. “Untuk menyerang, dan untuk mengontrol permainan,” kata Pellegrini menggarisbawahi misi permainan yang ditujukan padanya. Untuk menjawab sebuah kehormatan menyuguhkan permainan yang atraktif. Kami memiliki konsep sepak bola dan filosofi yang harus diterapkan tanpa kompromi. Takutkah Manchester United, Chelsea, dan klub lainnya tentang pernyataan Pellegrini? Berhasilkah City dalam menjalankan filosofi yang diinginkan oleh “keseluruhan organ manajemen” musim depan? Atau mereka malah terjerembab tanpa gelar lagi? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, mari kita tunggu datangnya bulan Agustus.