Villas Boas Korban Selanjutnya Kompetisi Liga Inggris

Villas Boas Korban Selanjutnya Kompetisi Liga Inggris

Villas Boas Korban Selanjutnya Kompetisi Liga Inggris

Langkah Andre Villas-Boas di Tottenham Hotspur berakhir sudah. Kekalahan telak lima gol tanpa balas dari Liverpool pada akhir pekan kemarin ternyata menghasilkan keputusan buruk yang menghentikan karirnya di White Hart Lane dalam waktu dekat. Tentu saja ini merupakan karir singkat bagi pelatih berkebangsaan Portugal selama menangani satu klub, di mana periode itu hanya berlangsung selama 18 bulan. Sebenarnya posisi Villas-Boas seperti bom waktu, terlebih setelah mereka menelan kekalahan mencolok enam gol tanpa balas dari tim mapan lainnya, Manchester City, pada kurun tiga pekan lalu di Etihad,  sehingga puncak kesabaran dewan pengurus klub meledak ketika tampil dihadapan pendukungnya sendiri saat dihajar The Reds 5-0. “Pihak klub mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan dengan pelatih kepala, Andre Villas-Boas, untuk menghentikan jabatannya saat ini,” bunyi pernyataan klub Tottenham. “Keputusan itu diambil berdasarkan kesepakatan bersama dan demi kepentingan kedua belah pihak.”

Sejumlah kandidat sudah masuk ke dalam daftar incaran klub dan menurut bursa taruhan, mantan pelatih tim nasional Inggris Fabio Capello, yang kini menangani tim nasional Rusia, kemudian direktur klub sepabola dan mantan asisten Capello di timnas Inggris, Franco Baldini, kemudian pelatih Swansea Michael Laudrup dan Guus Hiddink, keseluruhannya masuk ke dalam hitungan Tottenham. Masa kerja Andre Villas-Boas selama berada di klub sebelumnya, Chelsea, juga tidak terlalu cemerlang, setelah pindah ke Stamford Bridge usai memberikan kesuksesan untuk FC Porto di bulan Juni 2011, dan pada Maret 2012 posisinya juga didepak oleh pemilik klub Roman Abramovich seiring hasil buruk yang mewarnai karirnya selama menangani The Blues. Dan setelah meninggalkan jabatan secara tidak hormat, Villas-Boas kembali ke kancah Liga Premier dan menerima pinangan Tottenham Hotspur di tahun yang sama dan memberikan sukses awal dengan mengalahkan Manchester United untuk pertama kali di Old Trafford sejak 1989, meski saat itu Sir Alex Ferguson masih menjadi pelatih Red Devils, namun skor 3-2 sudah cukup meyakinkan dalam debut awal.

Selama musim kompetisi lalu, pelatih berkebangsaan Portugal itu mampu mengumpulkan nilai maksimal 72 angka di Liga Premier, meski mereka kalah bersaing dengan Arsenal saat itu dalam perebutan satu tiket ke kompetisi Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub tersebut. Pelatih berusia 36 tahun mengungkapkan bahwa pada musim panas lalu ia telah menolak pinangan dari klub Ligue 1 Paris Saint-Germain dan Real Madrid, sehingga ia lebih memilih untuk menetap di Tottenham Hotspur, sebelum akhirnya melego Gareth Bale ke Santiago Bernabeu di musim panas ini dengan menelurkan rekor transfer dunia sebesar 100 juta euro. Akibat penjualan dengan nilai transfer yang menggiurkan membuat Villas-Boas seakan-akan lupa diri dan secara jor-joran ia mendatangkan sejumlah pemain berbakat ke White Hart Lane tanpa melihat kapasitas yang dibutuhkan.

Beberapa bintang didatangkan oleh Villas-Boas mulai dari penyerang internasional Spanyol, Roberto Soldado, kemudian gelandang pengatur serangan Christian Eriksen dari Denmark dan punggawa tim nasional Argentina, Erik Lamela dan gelandang Brasil, Paulinho dari tuan rumah Piala Dunia 2014, Brasil. Kendati demikian, setelah menjalani awal musim yang baru, mereka justru menelan kekalahan perdana di kandang sendiri dengan skor 3-0 dari West Ham United, sehingga mempertanyakan status pemain-pemain yang didatangkan olehnya selama bursa musim panas lalu, khususnya di lini depan. Kemenangan telak 4-1 atas wakil Rusia Anzhi Makhachkala sempat membuat tekanan terhadap Villas-Boas berkurang dan hasil itu tentu saja meloloskan mereka ke babak 32 besar Liga Europa dan seakan-akan mengurangi kritikan bagi lini depannya, namun hasil memalukan pada akhir pekan kemarin menyudahi perjuangannya di White Hart Lane.